PENGERTIAN KOPI ROBUSTA
Robusta ialah salah satu jenis tumbuhan kopi dengan nama ilmiah Coffea canephora. Nama robusta dipungut dari kata “robust“, istilah dalam bahasa Inggris yang dengan kata lain kuat. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta mempunyai cita rasa yang powerful dan ingin lebih pahit dibanding arabika.
Biji kopi robusta tidak sedikit digunakan sebagai bahan baku kopi siap saji (instant) dan pencampur kopi racikan (blend) untuk meningkatkan kekuatan cita rasa kopi. Di samping itu, biasa juga dipakai untuk menciptakan minuman kopi berbasis susu laksana capucino, cafe latte dan macchiato.
Biji kopi robusta dirasakan inferior dan dihargai lebih rendah dibanding arabika. Secara global buatan robusta menduduki urutan kedua sesudah arabika. Indonesia adalahsalah satu negara penghasil kopi robusta terbesar di dunia. Sebagian besar perkebunan kopi di negeri ini
anaman ini mempunyai sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi pohon atau perdu sampai mencapai 10 meter. Masa berbunganya tidak tertata dan memerlukan sekitar 10-11 bulan untuk buahnya guna masak, sampai menghasilkan biji kopi yang diinginkan. Kopi robusta menghasilkan lebih tidak sedikit panen daripada jenis arabika, dan berisi lebih tidak sedikit kafein, yaitu 2,7% dikomparasikan dengan arabika yang berisi 1,5% saja.[1] Di samping itu, robusta pun lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit,[2] sehingga memerlukan lebih tidak banyak herbisida dan pestisida daripada perkebunan arabika.
ASAL USUL TANAMAN
- Kopi robusta ditemukan kesatu kali di Kongo pada tahun 1898 oleh berpengalaman botani dari Belgia. Robusta adalahtanaman pribumi Afrika yang meliputi wilayah Kongo, Sudan, Liberia, dan Uganda. Robusta mulai dikembangkan secara besar-besaran di mula abad ke-20 oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia
- Pengembangan kopi robusta bermula dari bencana wabah penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix yang menyerang tumbuhan kopi. Pada tahun 1878 mayoritas perkebunan kopi di Indonesia rusak dampak penyakit tersebut. Kemudian Belanda mengubah arabika dengan liberika. Namun di tahun 1890 kopi liberika pun mengalami penyakit yang sama.
- Pada tahun 1902 didatangkan jenis kopi robusta dari kebun raya Jardine di Brussel, Belgia.
- Setelah dianalisis tanaman tersebut dijamin lebih tahan terhadap penyakit karat daun. Lalu pada tahun 1907 tumbuhan kopi liberika diganti dengan robusta.
- Upaya kali ini berhasil, robusta terbukti mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit karat daun.
Hingga ketika ini perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia didominasi jenis robusta. Dalam perniagaan komoditas kopi global, Indonesia adalahpenghasil kopi robusta terbesar dunia sesudah Vietnam dan Brasil. Lebih dari 80% perkebunan kopi di Indonesia ditanami robusta, selama 17% ditanami arabika, beberapa kecil sisanya ditanami liberika dan excelsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar